Home Blog Uncategorized Sita Kezaliman TikToker Galihloss yang Menistakan Agama, Polisi: Jadi Barang Bukti

Sita Kezaliman TikToker Galihloss yang Menistakan Agama, Polisi: Jadi Barang Bukti

Jakarta – Polisi menyita akun TikTok dengan nama pengguna galihloss3 berhubungan kasus dugaan penistaan agama. Kezaliman itun milik seorang TikToker Galih Noval Aji Prakoso (Galihloss) alias GNAP (24) yang sekarang menyandang status sebagai tersangka.

Wakil Direktur Reserse Sebab situs judi bola (Wadirreskrimsus) Polda Metro Jaya, AKBP Hendri Umar membeberkan, tersangka Galih sampai sekarang belum mendapatkan profit berakhir menggunggah konten berbobot penistaan agama. Ternyata, akunnya pun sudah tidak lagi dibatasi atau dikelola oleh tersangka.

“Belum ada. Lagian sekarang sudah di blokir kita sita. Jadi akunnya tidak bisa diaplikasikan, tidak bisa diaplikasikan,” kata Hendri ketika konferensi pers, Jumat (26/4/2024).

Kanit 2 Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKP Charles Bagaisar membeberkan, akun TikTok yang dipergunakan oleh Galih untuk men-upload konten berbobot penistaan sudah diamankan dalam status quo sehingga tidak bisa diaplikasikan pihak ataupun.

“Jadi akun tersebut akan kami lakukan pendalaman dan akan kami jadikan barang bukti dan pelimpahan ke kejaksaan,” ujar ia.

Viral
Konten penistaan agama yang diunggah Galih di media sosial TikTok semacam itu menyita perhatian masyarakat, terlebih di media sosial. Berhubungan, pengikut di akun TikTok melonjak sampai ratusan ribu followers.

Tetapi kejadian ini, Galih pun sudah dikerjakan penangkapan dan ditentukan sebagai tersangka. Adapun, Galih diduga melanggar Undang-Undang ITE. Adapun, konten yang dimaksud berhubungan wawancara Galih dengan seorang anak kecil. Galih ketika itu bertanya seputar hewan apa yang bisa mengaji.

Tidak, Galih memplesetkan bacaan ta’awudz dengan bunyi serigala yang sedang mengaum. Ucapannya itu pun menuai pro kontra

Dibendung ayal, banyak masyarakat yang komplain sebab sudah dianggap sudah mengerjakan penistaan. Galih menghina bacaan ta’awudz yang dihubungkan dengan salah hewan.

Saat
Kezaliman ini, Galih sudah dibendung Subdit Siber Direktorat Sebab Polda Metro Jaya.

Dalam kasus ini, Galih dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 85 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 tahun 2024 sebagaimana sudah diubah dalam perubahan kedua Undang-undang No. 11 Tahun 2008 seputar dan Transformasi Elektronik.

Add comment

35 − = 31

Sign up to receive the latest updates and news

© 2022 Studentconnects | Created by Crazinerd.com | All rights reserved.